Jumat, 03 November 2017

Bergerak Menuju Akhir

Memasuki semester yang dimana perjalanan mulai sukar untuk dipahami ,akal dan keadaan emosional silih berganti mulai naik turun tidak menentu . keadaan ini bisa saja membuat celaka orang lain ketika perasaaan yang datang tidak sesuai dengan apa yang dikehendaki,
Maka berhati-hatilah kawann....!!

Bukan nya Lebay atau apa ? tapi saya sejak 3 tahun lalu yang mulai SAH dinobatkan sebagai anak teknik komputer merasa begitu Bangga  dengan apa yang saya pegang .dan..... seiring berputarnya waktu,keadaan akan cepat berubah dan mulai benar-benar berubah ketika Anak Teknik mulai menyusun apa yang dinamakan formalitas Tugas Akhir .


Singkat saja & Begitulah kira-kira. 






JOGJA 03-NOVEMBER-2017









Kamis, 23 Maret 2017

Tenggelam nya Sang Surya


Jauh di ufuk barat ..burung-burung mulai  berterbangan menghiasi warna langit kala itu yang kemerah-merahan.
terlihat pula pasang surut air laut mulai kian sangat tajam menerjang , hingga sore itu dibatas Samudera Parangtritis yang tanpa pulau jika engkau / ada yang berlayar lurus tak terbatas.

Masih tersimpan ke raguan dalam senja nya ,sebuah kebimbangan ,sebuah proses yang diwariskan dan membudaya hingga sekarang. takdir yang terbaca adalah keputus asaan yang sebenarnya semu.

di menit terakhir cahaya aurora dari barat  seperti tak mau bergegas cepat meninggalkan cahaya nya ,ia ingin memamerkan aura nya yang sebagian manusia di / berburu akan keindahan " senja " .
selalu di beri kesempatan moment selagi langit belum menghitam .

Keindahan ? seperti mengenalnya,
Ia hilang bersama takdir terbaca,merangkul membawa nya pergi.

dan aku ? tenggelam bersama sang surya
meninggalkan tanpa merubah takdir ~ 

waktu.. terlalu singkat untuk 
            Sebuah perpisahan ..



23-03-2017




 

 

Selasa, 29 November 2016

KUTIPAN :SISI LAIN PENDIDIKAN _KARL MAX


Seorang Karl max yang lebih dikenal dengan banyak ide dan gagasan-gagasan yang sudah kita ketahui lewat karya dan pemikiran nya telah mampu mengubah pandangan ideology di pelosok dunia.
Di bidang pendidikan dan ekonomi , Marx adalah pelopor dan peletak dasar teori pendidikan kritis dan pembebasan, bukan Paulo Freire yang sudah banyak di telaah lewat bukunya “pendidikan kaum tertindas” sebagaimana diyakini banyak kalangan.

Dalam konteks pendidikan, Marx menyingkapkan bhwa basis dari gerak sejarah sistem pendidikan dunia ditentukan oleh kapital (ekonomi). Teori ini disebut dengan determinisme ekonomi. Tampaknya,ramalan Marx itu benar, khususnya di Indonesia. Buktinya, regulasi kebijakan pendidikan pemerintah, dalam hal ini Undang- undang Badan Hukum Pendidikan (UU BHP), tidak lain me-rupakan penjelmaan perselingkuhan antara dunia pendidikan dengan kepentingan kapital.
UU BHP membuka akses bagi praktek kapitalisme di bidang pendidikan. lembaga pendidikan saat ini tidak lagi menjadi media transformasi nilai dan instrumen memanusiakan manusia, melainkan menjadi lahan basah bagi para pengelola pendidikan untuk mengeruk keuntungan finansial.

Status birokrat kampus rektor dan para stafnya- tidak ubahnya investor yang hanya memikirkan bagaimana kampus bisa mendapatkan laba sebesar-besarnya dari peserta didik. Institusi pendidikan saat ini tidak jauh beda dengan pasar. Bedanya,kalau pasar menjual bahan sembako domestik dan kebutuhan rumah tangga yang lain, maka perguruan tinggi menjual jasa pendidikan.
Mulai dari tenaga pengajar (dosen), mata kuliah (SKS), sampai fasilitas-fasilitas kampus yang seper canggih.Dalam kondisi seperti ini, lembaga pendidikan layaknya korporasi yang hanya memikirkan profit. Tidak heran,kalau makin hari biaya lembagapendidikan kian melonjak.

Di era modern, mustahil menemukan biaya pendidikan yang bisa dijangkau orang menengah ke bawah. semakin canggih dan lengkap fasilitas kampus, semakin besar uang yang mesti dikeluarkan peserta didik. Secara historis, bibit kapitalisme dan pragmatisme pendidikan di Indonesia sudah menyeruak pada zaman Soeharto.

ketika itu, yang menjadi panglima adalah pembangunan.Pertumbuhan ekonomi pada rezim Orde Baru dikejar habis-habisan tanpa memperdulikan aspek kemanusiaan. Tak pelak, lembaga pendidikan sebagai media memanusiakan manusia dan penjaga gawang terakhir atas munculnya kaum-kaum terdidik dan bermoral terpasung.
Munculnya Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), baik yang berkonsentrasi di dunia mesin, listrik, arsitektur, administrasi perkantoran,akuntansi, kesekretariatan maupun berbagai bidang lain,merupakan pemenuhan atas nafsu kapitalisme. Kehadiran SMK diharapkan meluluskan peserta didik yang siap pakai dan sesuai dengan kebutuhan praktis di bidang kerja infrastruktur pembangunan.
Sekolah kejuruan menjadi idaman dan pilihan para orangtua yang ingin yang ingin melihat anaknya cepat mendapat kerja. Penekanan keterampilan teknis seperti ini menyebabkan pendidikan terjerumus dalam pragmatisme. Pragmatisme pendidikan adalah malapetaka besar bagi masa depan kemanusiaan.

Sebab, pragmatisme pendidikan akan melahirkan manusia-manusia yang tidak peka terhadap bobroknya realitaskebangsaan. Pragmatisme pendidikan hanya mencetak generasi yang ingin cepat mendapatkan gelar sarjana dan memperoleh profesi yang bergengsi.
Dalam pendidikan berbasis Marxis-Sosialis, tujuan (ideologi) pendidikan adalah membangun karakter (character building) manusia yang tercerahkan; suatu kondisi mental yang dibutuhkan untuk membangun suatu masyarakat yang berkarakter progresif, egaliter, demokratis, berkeadilan dan berpihak terhadap kaum-kaum tertindas (the oppressed).

Menurut Marx, pendidikan bukan lahan basah untuk merenggut keuntungan, melainkan sebagai instrumen membebaskan manusia dari belenggu dehumanisasi serta menempatkan manusia dalam esensi dan martabat kemanusiaannya yang sejati.
Marx mengidealkan terciptanya pendidikan kritis (critical pedagogy), pendidikan radikal (radical education) dan pendidikan revolusioner (revolutionary education) yang pada gilirannya mampu mencetak manusia yang betul-betul mau memperjuangkan kaum-kaum miskin. Pendidikan yang terjebak pada pragmatisme untuk kepentingan kapitalisme merupakan eksploitasi atas esensi terbentuknya lembaga pendidikan.

Bagi Marx, pendidikan bertujuan menciptakan kesadaran kritis, bukan pengetahuan dan keterampilan teknis yang mendukung proyek kapitalisme. Apa yang diidealkan Marx itu sangat kontras dengan karakter objektif para pelajar bangsa ini. Tidak bisa dibantah, 75 % orientasi pelajar menuntut ilmu adalah untuk mendapatkan kerja bergengsi (profesi), menjadi tokoh populer, menjadi orang kaya, dan untuk mengangkat status sosialnya.













Parangtritis ,22 November 2016
Di malam yang ramah.
Aksimassa

Coretan Kata ~ ( Updated )




Bawah Pohon Beringin



Aku tertegun melihatnya
kawan-kawan yang asik berbicara bangsa
genggaman  mereka kertas kusam dan pena

Lantas apa yang ingin mereka kejar …
asik berdiskusi yang lain pulang
di tempat seadanya engkau bergurau
seperti menahan ambisi yang ingin kau lontarkan

Sungguh aku mengenali mereka
yang punya cita-cita
semangat juang identitasnya
seperti api berkobar untuk bangkit kembali..

Aku terdiam…
angin mulai berhembus
daun mulai gugur
dan aku masih tertidur
seperti yang lain nya….



Yogyakarta 29-11-2016





Malam



Angin selatan membawa alasan

hitam pekat cangkir menjadi tawanan
cakrawala tanpa rembulan
imajinasi dan asa yang tak terkalahkan


Semakin larut aku dibawa kemari
entah apa yang ingin ia cari
Malam...kutahu dirimu sunyi
terombang-ambing antara langit dan bumi
menunggu pagi
aku menanti...



Yogyakarta 6-12-2016







=============JOGJA TITIK NOL=============





DI TITIK NOL...
JALANAN SESAK PENUH DENGAN KERAMAIAN
DATANG KAN MEMBAWA HARAPAN

BIARKAN PERTAMA TERSESAT
DALAM LAMUNAN AKU TERINGAT

DI TITIK NOL..
MELANGKAH INGIN JUMPA
MENGINGAT SUNGGUH ADA CANDA

LEWAT BAYANGAN HATI YANG GUNDAH
UDARA MENERKA BERCAMPUR KEGELISAHAN

HEIII....
GADIS MANIS DARI KOTA SEBERANG
HITAM MATAMU MENARIK MALAM JADI TERANG

DI TITIK NOL....
AKU MASIH MENYEBUT NAMAMU
KEJUTAN LAMA DIAM KU TERMANGU

AKU BERJUMPA AKU BERLARI
SINGKAT NAMUN AKU TIDAK PERDULI

TIADA SALAH JIKA INGIN JUMPA LAGI.... 




Yogyakarta 12-12-2016
                                                                                                                                21:57 WIB






-Singkat Waktu Di Akhir Tahun-


1//
Di penghujung tahun
Pagi...
mentari telah menampakkan sinarnya 
di ufuk timur...aku melihat tanpa jeda
hingga kini di ujung tahun 2016
sinarmu tampak berbeda
2//
Di penghujung tahun 
langkah kita kan terhenti
larut mengingat kembali jalan yang tlah kita lalui
merekam jejak kenangan
dan membuatnya berarti
selalu ada di sanubari
3//
Waktu terus bergulir
jauh pergi meninggalkan kisah kemarin
untuk di kenang,untuk di ingat
kenangan... akan selalu ku ukir
lembaran baru di akhir
4//
Malam.....
ombak pantai gemuruh
penuh sesak lautan manusia
aku masih dengan kopi dan irama
menyaksikan langit malam berhias kembang api
lengking terompet kian memekik 
5//
Dan akan ada yang namanya lembaran baru
berpisah namun untuk memperbaiki
cerita lama yang ternodai
menuntun sejuta harap
hidup bahagia !
esok jumpa lagi......




Parangtritis 2-1-2017
 
 
 
 
 
 
Hijau Hitam Kerinduan Dalam Memori
( HMI ) 
 
 
 
Goresan perjuangan di tahun 2014 ,semua itu berawal disana
hal yang tabu dan apatis merubah psikologi karakter menjadi aktif
aku ingat...ketika mereka menyeret ku kesana 
berada di bawah tumpukan sebuah Buku..
filsafat ,perbandingan dan sejarah menjadi bab yang tak terlewatkan
obrolan ringan dan perdebatan menjadi kegiatan rutin di istana hijau hitam 
 
Sebuah Tempat ... yang mampu menciptakan para pelajar berkualitas ,sebuah materi yang tak diterapkan di kelas
 
Saat itu belum menyadarinya...
 
Senjata utama dengan Buku ...
ibarat emas ,buku menjadi sesuatu yang berharga
seperti ungkapan "Rene Descartes _Aku berfikir maka aku ada"
 
Carut marut kondisi politik pun tak tinggal diam
Agenda Turun kejalan memang kerap dilakukan
dituntut harus berani ... pro masyarakat
pantang pulang sebelum hujan Gas air mata..
 
Yakin Usaha Sampai ...
 
 

Parangtritis, 09/03/2017
 
 
 

Sabtu, 08 Oktober 2016

Rambut Gondrong ??

Maafkan aku yang sekarang ...
Mungkin kalimat itu pantas sekali saya ucapkan sambil bersalaman, pasang raut muka teduh pada mereka ....
Ya mereka keluarga dari jauh.

Di bulan kemaren waktu libur semester sekitar kurang lebih 3 bulanan, ada yang menanyakan ,dan itu masih teringat sampai sekarang.begini.. " kamu itu anak nya siapa? Kok jadi berantakan ?hah! Kayak Gak  punya masa depan le lee .."ngomong dengan otot.
Kata bapak-bapak paruh baya , tapi masih  saudara an juga. Saudara yang entah  keturunan dari simbah atau nenek moyang nya simbah , saya gak begitu peduli/paham dengan silsilah keturunan keluarga. Karena bagi saya orang-orang terdekat maupun orang yang disekitar saya sudah saya anggap lebih dari saudara.

Saat itu memang kami sekeluarga sedang berkunjung ke tempat saudara untuk bersilaturahmi ,memanfaatkan waktu liburanku.
Kembali ke pertanyaan tadi , dalam hati agak kaget juga sebenernya karena baru saja menginjakkan kaki sampai di depan teras rumah nya udah dikasih sambutan pertama yang tidak mengesankan.
Disana pula terlihat wajah-wajah yang sedang menatap tajam ke arah saya ,seakan tatapan nya penuh keheranan , namun aku tak memperdulikan itu dan dengan sedikit lancang aku menjawab pernyataan bapak tadi dengan serius tapi rada bercanda . begini .." pak..saya gondrong karena saya ingin menciptakan perbedaan ,gondrong itu adalah sebuah pilihan ,ini juga karena mungkin efek sakit hati dulu pas jaman masih SMA ,saya paling sering kena razia rambut jadi saat inilah kesempatan saya untuk berekspresi " ketahuilah pak...lihat mereka yang punya rambut rapi tapi bagaimana kelakuan nya ,menghabiskan uang rakyat ! !

Saya pakai gaya bicara yang sopan tidak terlalu keras karena bagaimanapun juga dia lebih tua dan harus tetap dihormati.
Bapak yang terkesan feodal tadi tersenyum lalu beranjak pergi.

Memang pada waktu itu rambut saya masih dalam proses gondrong ,jadi kalau dilihat dari dekat maupun kalau harus terpaksa diliat pake lubang sedotan masih terlihat agak awut-awut an alias berantakan dan siapa pun yang melirik pasti tidak akan ada rasa menarik-menarik nya hahaha

Apalagi kalau ada cewek yang melirik biasanya langsung dikatain' itu rambut apa sapu ijuk '. hmm
Hujatan miring dan kontroversi mengenai rambut gondrong ini seakan belum berakhir . itu tadi merupakan salah satu dari sekian yang mengecap negatif dari sisi penampilan/luar .
banyak kontroversi yang saya alami ketika rambut sudah mulai menunjukkan eksistensinya alias gondrong ,hujatan pertama tentu dari orang tua ,teman kampus ,teman nongkrong bahkan tetangga pun ikut buka suara .

Saya selalu abaikan kata-kata mereka ,mungkin juga karena sudah terbiasa jadi tak kan ada timbul cinta eh benci diantara kita.
INGAT!! Untuk menjadi seseorang yang berbeda diantara orang-orang yang ada disekitarmu itu tidak gampang !!
Toh lama-lama bosan juga tuh mereka kalau tiap ketemu yang dikomentarin rambut melulu -_-

Dikalangan kampus mahasiswa yang berambut gondrong sering di kira aktipis,anak organisasi ,suka demo ,sering berteriak lantang Turunkan harga Bbm ,Naikkan uang per semester #ehh ,bla bla..sembari mengepalkan tangan kiri ke atas.
Sekali lagi saya gak ngerti kenapa mereka bisa punya gagasan yang seperti itu.di kampus ,saya juga bukan aktipis ,bukan pula anak organisasi yang selalu sibuk di ruang sekretariatan maupun Bem.saya hanya mahasiswa biasa yang suka nongkrong di warung burjo saat di jam perkuliahan selesai .

Apa mungkin tanggapan seperti itu yang masih eksis sampai sekarang akibat tragedi tahun 1998 ? Disitu dari sisi history memang lebih banyak didominasi oleh kaum mahasiswa berambut gondrong pada saat berjuang meruntuhkan sistem pemerintahan kala itu. Tentu sangat membingungkan bagi saya sebagai orang yang kurang peka akan perubahan zaman.

Yang pasti ,rambut gondrong tidaklah selalu identik dengan sesuatu hal yang negatif ,banyak dari mereka yang gondrong ketika saya lihat di kampus bawa buku ,membaca ,diskusi, tentu hal yang semacam itu jika dilihat dari perspektif masyarakat yang ada tidak ada kesan serem atau negatifnya.

Dan bagi adik-adik maba yang mungkin sedang lihat saya berjalan di depan kampus atau mungkin tak sengaja duduk bersebelahan dengan saya ,jangan takut! ,kami yang  berambut gondrong orang nya baik-baik, kita mungkin bisa lanjut ngobrol santai sharing-sharing tentang merk shampo.

Punya Rambut Rapi ? Nanti akan ada saatnya bro :)




#Wahai kawan seperjuangan rambut gondrong ,tentu kita akan sepaham dengan problema yang seperti ini dan memang betul ,butuh keberanian untuk tetap mempertahankan rambut gondrong mu sesuai keinginan ,karena bagaimanapun juga kawan harus siap mengorbankan beberapa hal terutama ; Percintaan dan Pandangan masyarakat .
.
Parangtritis,14 Oktober 2016

Minggu, 25 September 2016

Hujan Jadi Seorang Pengutip ( Kaum Marxis )

Sebuah ideologi yang tentu akan banyak pengertian dan teori yang mendalam jika dikaji secara intensif guna mendapatkan kandungan yang mudah di mengerti. Begitu kita membahas ataupun pernah membaca tentang umat kaum marxis pertimbangan politik mulai muncul di benak kita,entah sadar atau tidak. standar yang kita gunakan adalah biasanya merupakan standar "demokrasi" atau liberal atau "dunia kebebasan". kita perlu mengkaji atau menguji standar-standar tersebut untuk bisa menelaah marxisme secara efektif.

Mengenai paham Liberalisme dan Marxisme yaitu sama-sama merupakan paham yang bersifat memberontak:pada beberapa aliran masing-masing kedua paham itu menjadi retorika pergerakan,partai,kelas dalam rangka meraih kekuasaan.Pada saatnya masing-masing akan menjadi paham yang koservatif:yakni ideologi dan retorika dari sistem politik dan ekonomi yang mapan.

Dengan paham yang seperti itu,yang bersifat memberontak kaum liberal sebagai status sosial , mereka mencela semua bentuk absolutisme politik.begitu juga kaum marxis jua mencela feodalisme,absolutisme pra-industri dan sejenis, belum puas dengan itu mereka juga mengecam keras kapitalisme liberal sebagai jenis perekonomian yang menurut mereka merupakan landasan masyarakat kapitalis secara keseluruhan.

pada tahap perkembangan masyarakat tradisional cara produksi mereka masih bersifat komunal dan terpengaruh oleh sistem kapitalis.hak milik secara individual belum ada dan masyarakatnya masih bersifat kesukuan.(mencoba kembali 15th silam). pada tahap yang seperti ini ,feodal memunculkan beberapa pertentangan karena dengan cara produksi pertanian yang kemudian memunculkan  hak milik atas tanah.
mereka yang memiliki tanah atau tuan tanah berhadapan dengan mereka yang bekerja sebagai buruh pertanian( tuna kisma ).
Sistem yang seperti ini bila dianalogikan akan : yaitu cara produksi nya berdasar atas kepemilikan kapital,merka yang memiliki kapital dapat memperoleh keuntungan lebih sedang mereka yang tidak memiliki bekerja sebagai buruh akan menjadi buruh yang terekploitasi.

Sebagai contoh , mereka yang punya pabrik , saham ,deposito dapat dengan enak duduk-duduk tanpa bekerja keras tetapi menerima keuntungan atau bunga . sedang mereka yang miskin harus menyerahkan badan nya di pabrik-pabrik untuk bekerja keras memperoleh pendapatan.
Menurut kaum marxis dan dari Marx sendiri sistem yang seperti ini merupakan eksploitasi orang atas orang.
karena bersifat eksploitasif maka masyarakat kapitalis menyembunyikan pertentangan antar kelas yang dapat meledak setiap saat yaitu konflik kepentingan seorang kapitalis berhadapan dengan buruh.

Ada sebuah solusi sederhana untuk menghapus sebuah eksplotasi maka bisa dihalalkan sebuah revolusi sosial melalui pengorganisasian dan penyadaran buruh untuk bersatu menggulingkan sistem kapitalisme.penggulingan itu dilakukan melalui diktator-dikataor ploretariat  dalam rangka menuju masyarakat sosialis,yaitu sebuah masyarakat dimana distribusi -distribusi sumber ekonomi diatur sepenuhnya oleh negara.

namun langkah atau solusi tersebut hanya sebuah transisi ,Marx sendiri bermaksud menghapus negara dengan sistem komunisnya karena dalam sistem itu tidak ada lagi kelas dan cara produksinya berada di bawah semboyan " Sama RASA dan Sama Rata " .


 _ C.Wright Mills_Kaum Marxis
25 September '16 dan Hujan.
MenungguSenja. Diberdayakan oleh Blogger.